TANGGUNG JAWAB ISTRI

Standard


1.Allah Taala berfirman yang bermaksud:
“Kaum laki-laki itu pemimpin wanita. Karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) alas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan harta mereka. Maka wanita yang solehah ialah mereka yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada menurut apa yang Allah kehendaki. ”

“Wanita-wanita yang kamu kuatirkan akan durhaka padamu, maka nasehatilah mereka (didiklah) mereka. Dan pisahkanlah dari tempat tidur mereka (jangan disetubuhi) dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu bersikap curang. Sesungguhnya Allah itu Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An Nisa : 34)

2.Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Siapa saja isteri yang meninggal dunia, sedangkan suaminya redha terhadap kepergiannya, maka ia akan masuk Surga.”
(Riwayat Tarmizi)

3.Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.”
(Riwayat Ahmad dan Thabrani)

4.Seorang perempuan datang ke hadapan Nabi SAW lalu berkata, “Wahai Rasulullah SAW, saya mewakili kaum wanita untuk menghadap tuan (untuk menanyakan tentang sesuatu). Berperang itu diwajibkan oleh Allah hanya untuk kaum laki-laki, jika mereka terkena luka, mereka mendapat pahala dan kalau terbunuh, maka mereka adalah tetap hidup di sisi Allah. lagi dicukupkan rezekinya (dengan buah-buahan Surga). Dan kami kaum perempuan selalu melakukan kewajiban terhadap mereka (yaitu melayani mereka dan membantu keperluan mereka) lalu apakah kami boleh ikut memperoleh pahala berperang itu?”
Maka Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu jumpai bahwa taat kepada suami dengan penuh kesadaran maka pahalanya seimbang dengan pahala perang membela agama Allah. Tetapi sedikit sekali dari kamu sekalian yang menjalankannya.”

5.Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Seburuk-buruk sifat bagi kaum laki laki itu adalah sebaik-baik sifat bagi kaum perempuan yaitu kikir dan bersikap keras dan takut. Karena sesungguhnya perempuan itu jika kikir, maka ia memelihara harta suaminya dan jika bersikap keras, maka ia menjaga diri dari berbicara kepada setiap orang dengan perkataan yang halus (mesra) yang menimbulkan sangkaan yang buruk, dan jika penakut. maka ia takut dari segala sesuatu, oleh karena itu ia tidak berani keluar dari rumahnya dan ia menjauhi tempat-tempat yang menimbulkan kecurigaan yang buruk karena takut kepada suaminya”.

6.Seharusnya seorang isteri mengetahui kedudukan dirinya seolah olah seorang ‘hamba’ perempuan yang dimiliki oleh suaminya atau sebagai ‘tawanan’ yang lemah. Oleh karena itu dia tidak boleh membelanjakan sedikit pun dari hartanya (sendiri) kecuali dengan seijin suaminya karena ia diumpamakan sebagai orang yang dalam kawalan (perhatian).

7.Wajib bagi seorang isteri:
Merendahkan pandangannya terhadap suaminya.
Tidak berkhianat terhadap suaminya ketika suaminya tidak ada termasuk juga hartanya.
Menunaikan hajat suami (jika diajak oleh suaminya) biarpun di waktu sibuk atau susah (ditamsilkan berada di punggung unta oleh Rasulullah).
Meminta ijin suami untuk keluar dari rumahnya. Kalau keluar rumah tanpa ijin suaminya maka dia dilaknati oleh malaikat_ sampai ia bertaubat dan kembali.

8.Diceritakan dari Nabi SAW bahwa baginda bersabda, maksudnya:
“Sungguh-sungguh meminta ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya yaitu burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama ia selalu dalam kerelaan suaminya. Dan siapa saja dikalangan isteri yang t dak berbakti kepada suaminya, maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia. ”

9.Siapa saja di kalangan isteri yang bermuka masam di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah sampai ia dapat membuat suasana yang menggembirakan suaminya dan memohon kerelaannya.

10.Aisyah r.ha berkata:
“Wahai kaum wanita Seandainya kamu mengerti kewajiban terhadap suamimu, tentu seorang isteri akan menyapu debu dari kedua telapak kaki suaminya dengan sebagian mukanya.”

11.. Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Tiga orang yang tidak diterima sholatnya (tidak diberi pahala sholatnya) oleh Allah dan tidak diangkat kebaikan mereka ke langit ialah: hamba yang lari dari tuannya hinggalah dia kembali, seorang isteri yang dimurkai oleh suaminya hinggalah dia memaafkannya, orang yang mabuk hingga dia sadar kembali.”

12.Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.”
Keterangan:
Maksud Hadis ini ialah jika seorang isteri memperkecilkan usaha baik suaminya seperti dalam memberi nafkah dan memberi pakaian maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.

13.Nabi Muhammad SAW bersabda, maksudnya:
“Siapa saja isteri yang meminta cerai dari suaminya tanpa sebab-sebab yang sangat diperlukan, maka haramlah bau Surga ke atasnya.”
Keterangan:
Hal ini biasanya terjadi pada seorang isteri yang tidak berminat kepada suaminya lagi kecuali kalau dia meminta cerai kepadanya karena kuatir tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap suaminya untuk menghindarkan diri dari kekecewaan suaminya.

14.Nabi SAW bersabda maksudnya:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada seorang isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya.”
Keterangan:
Hal ini biasa terjadi pada suami yang miskin dan isteri yang kaya. Lalu isteri itu menafkahkan hartanya kepada suaminya, kemudian mengungkitnya.

15.Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Pertama urusan yang ditanyakan kepada isteri pada hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya dan mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak). ”

16.Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Empat perempuan yang berada di Neraka ialah:
Perempuan yang kotor mulutnya terhadap suaminya. Jika suaminya tidak ada di rumah ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya bersamanya ia memakinva (memarahinya). Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang suami tidak mampu.
Perempuan yang tidak menjaga auratnya dari kaum laki-laki dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik kaum laki laki).
Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan minum dan tidur, dan ia tidak mau berbakti kepada Allah dan tidak mau berbakti kepada Rasul-Nya dan tidak mau berbakti kepada suaminya.”
Keterangan:
Seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat ini akan dilaknati kecuali jika dia bertaubat.

17.Al Hakim bercerita bahwa seorang perempuan berkata kepada Nabi SAW: “Sesungguhnya putera bapa saudaraku melamarku. Oleh karena itu berilah peringatan kepadaku apa kewajiban seorang isteri terhadap suaminya. Kalau kewajiban itu sesuatu yang mampu aku jalankan, maka aku bersedia dinikahkan.” Maka Baginda bersabda: “Kalau mengalir darah dan nanah dari kedua lubang hidung suaminya lalu (isteri) menjilatnya, maka itu pun belum dianggap menjalankan kewajibannya terhadap suaminya. Seandainya diperbolehkan untuk manusia bersujud kepada manusia lain, tentu aku perintahkan :seorang isteri bersujud kepada suaminya.”
Berkatalah perempuan itu, “Demi Tuhan yang mengutus Tuan, aku tidak akan menikah selama dunia ini masih ada.”

18.Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang isteri tidak dianggap menjalankan kewajibannya terhadap Allah hingga ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya, dan seandainya suami memintanya (untuk digauli) sedang ia (isteri) di atas belakang unta maka tidak boleh dia menolaknya.

19.Sayidina Ali k.w.j. berkata: “Aku masuk ke rumah Nabi SAW berserta Fatimah lalu aku dapati Baginda sedang menangis tersedu-sedu, kemudian aku berkata: “Tebusan Tuan adalah ayahku dan ibuku wahai Rasulullah, apakah yang membuat Tuan menangis?” Baginda bersabda, “Wahai Ali! Pada malam aku diangkat ke langit aku melihat kaum perempuan dari umatku disiksa di Neraka dengan bermacam-macam siksaan, lalu aku menangis karena begitu berat siksaan mereka yang aku lihat. Aku melihat perempuan yang digantung dengan rambutnya serta mendidih otaknya. Dan aku melihat perempuan yang digantung dengan lidahnya sedangkan air panas dituangkan pada tenggorokannya.
Dan aku melihat perempuan yang benar-benar diikat kedua-dua kakinya sampai kedua-dua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ubun-ubunnya dan Allah mengarahkan ular ular dan kalajengking menyengatinya. Dan aku melihat seorang perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai dan ia ditimpakan sejuta siksaan. Dan aku melihat seorang perempuan berbentuk anjing dan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya (jalan belakang) sementara malaikat memukul kepalanya dengan tongkat besar dari api Neraka.” Lalu Sayidatina Fatimah Az Zahra r.ha berdiri dan berkata, “Wahai kekasihku dan cahaya mataku! Perbuatan apa yang dilakukan oleh mereka hingga ditimpa seksaan ini?” Maka Nabi SAW bersabda: “Wahai anakku! Adapun perempuan yang digantung rambutnya itu adalah karena dia tidak menutupi rambutnya dari pandangan kaum laki-laki ajnabi.
Adapun perempuan yang digantung dengan lidahnya karena dia telah menyakiti suaminya.
Adapun perempuan yang digantung kedua-dua susunya karena dia telah mempersilahkan (orang lain) untuk menduduki tempat tidur suaminya.
Adapun perempuan yang diikat kedua-dua kakinya sampai keduadua susunya dan diikat kedua-dua tangannya sampai ke ubun ubunnya dan Allah mengarahkan ular-ular untuk menggigitnya dan kala jengking untuk menyengatinya karena dia tidak mandi junub setelah haid dan dia mempermainkan (meninggalkan) sholat. Adapun perempuan yang berkepala babi dan berbadan keledai karena dia adalah ahli adu domba dan pembohong. Adapun perempuan yang berbentuk anjing dan api masuk ke mulutnya dan keluar dari duburnya karena ia ahli umpat lagi penghasut.
Wahai anakku! Celaka bagi perempuan yang tidak berbakti kepada suaminya. ”

20.Seorang isteri hendaklah menyadari bahwa seorang suami bagi isteri adalah bagaikan ayah bagi seorang anak karena taatnya seorang anak kepada ayahnya dan memohon keredhaannya adalah wajib Seorang suami pula tidak wajib mentaati isteri

21.Menjadi pendorong serta penasehat dalam hal-hal kebaikan.
22.Memahami hal-hal yang digemari dan yang dibenci oleh suami.

23.Setiap perbuatannya hendaklah menyenangkan hati suami.
24.Senantiasa menambahkan ilmu agamanya serta amalan.amalannya dengan berbagai macam cara seperti membaca, mendengar kaset-kaset ceramah agama serta mengikuti majlis- majlis agama.

25.Demi cinta terhadap suaminya seorang isteri akan melakukan khidmat dan bakti kepada suaminya cara hal yang sebesar. besarnya sampai hal yang sekecil-kecilnya seperti menggunting kuku, memotong kumis, dan meminyakkan rambut suami. Rasulullah SAW pernah berkata kepada Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya, memotong kumis dan menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yang mengalir di sungai sungainya dan diringankan Allah baginya sakaratul maul dan akan didapatinya kubumya menjadi sebuah taman yang indah dan taman taman Surga. ”

26.Senantiasa menyediakan air di sisi suami. Selama ia berbuat yang demikian selama itulah ia didoakan keampunan oleh para malaikat.

27.Memasak makanan menurut kesukaan atau selera suami.
28.Menambal baju atau pakaiannya yang buruk.

29.Siapkan barang-barang keperluan di dalam sakunya seperti sisir, celak, sikat gigi. cermin dan minyak wangi (ikut Sunnah).

30.Ikut kemauan suami pada waktu bersenda gurau, memijat, mengipas dan sebagainya.

Construction Management Evolution & Development

Standard

Introduction

Construction management has encountered a number of schools of thought. Succeeding schools of thought about management modify and extend existing ones but not supersede them as they still continue to exercise sway over ways in which organizations operate. Construction management is a discipline comprising systematic approaches to control time, cost and quality of a construction project based on recorded research and experience.

Though construction management must have been applied in the construction of Egypt pyramids centuries ago, but the discipline of management is relatively new, and origins of modern management can be traced to the beginning of last century. At present, there is no such thing as a comprehensive construction management theory but rather theories about the management.

By tracing the development of management as a discipline, four major schools of thought can be recognized; Classical approach (1900), Human relations approach (1925), Systems approach (1950) and contingency approach (1975).


1- Classical Approach to Management:

1.1 – Scientific management
Introduced by Fredrick Winslow Taylor (1856-1917)

By scientific management Taylor meant the systematic observation and measurement of work which was intended to replace the traditional approaches to work based on rule-of-thumb, intuition, precedent, guesswork and personal opinion. Taylor’s objective was to improve efficiency and his quest was to identify the “best way” of doing any job. Taylor argues that having established the best way of doing the job then management should select a ‘first-class’ man who has physical and intellectual qualities to achieve the required output and then systematically train him to use only the ‘best way’. Taylor sought to separate the role of managing the work; i.e., planning and organizing, from the actual execution of the work

1.2 – Administrative management
Introduced by Henri Fayol (1841-1925)

Fayol’s definition of management was in terms of five functions:
•To forecast and plan: “Examining the future and drawing up the plan of action”
•To organize: “building the structure, material, and human of the undertaking”
•To command: “marinating activity among personnel”
•To coordinate: “binding together, unifying and harmonizing all activity and effort”
•To control: “seeing that everything occurs in conformity with established rule and expressed command”

Fayol introduced fourteen general principles of administrative management. The fourteen principles are:
•Division of work: Specialization leads to greater productivity
•Authority: the right of management to issue commands and take responsibility for their actions.
•Discipline: employees should obey orders provided that management exercise good leadership.
•Unity of command: an employee should only have one boss.
•Unity of direction: people who work in the same kind of task must have common objectives.
•Subordination of individual interest to general interest: achieving the objectives of the firm must take precedence.
•Remuneration: the importance of pay as motivator is recognized.
•Centralization and decentralization: the degree of each must be appropriate to the organization and the quality of its personnel.
•Scalar chain: the creation of a hierarchy of command with the vertical flow of directions and responses is emphasized although properly controlled lateral communication is not ruled out.
•Order: both material order and social order are essential for efficiency.
•Equity: in running an organization a combination of kindliness and justice should be used in treating employees.
•Stability of tenure: Fayol believed that successful businesses tend to have more stable management personnel.
•Initiative: all personnel in an organization should be encouraged to use their initiative.
•Esprit de corps: management should seek to maintain the morale of its employees and foster a team spirit.

1.3 – Bureaucratic Model
Introduced by Max Weber (1864-1920)

Weber was concerned with the way in which authority was exercised within organizations. Authority, where orders are voluntarily obeyed by those receiving them, was distinguished from power, which is the ability to force people to obey. Weber describes three types of organizations based on the way in which authority is legitimized. Charismatic form of organization in which authority is based on the personal qualities of the leader, traditional organizations in which the bases of authority are precedent and usage, and rational-legal in which authority stems from holding a particular position in the organization.

2- Human Relations Approach

The founder of the Human relations approach is widely recognized to be Elton Mayo, who undertook what became known as Hawthorne investigations that took place at Western Electric Company in Chicago.
Mayo concluded the following:
•Man is basically motivated by social needs
•Satisfaction at work derives from social relationships at work rather than from the work itself.
•The work group itself exerts more influence on a worker than do incentives and controls used by management.
•A manager will be effective only to the extent that he can satisfy his subordinate social needs.
Though Mayo’s research methods were heavily criticized, the impact of the Hawthorne investigations on management thinking was considerable particularly the realization of the “Human factor” and the “Informal group”

3- Systems Approach

The key concepts of the systems approach evolved in response to a rapidly changing environment. It expanded on the previous schools of thought in two ways:
•The focus of the systems Theory is the whole organization comprising a set of interacting sub-systems
•The relationship between the organization and its environment is a central concern of the systems theory.

4- Contingency Approach

The most recent school of thought about management. It combines the other three approaches and states management actions cannot always relate either to general or unique circumstances but depend on contingency factors and circumstances. In other words, the way in which an organization organizes and manages its tasks is contingent on the circumstances in which it operates.

References:
•Newcomb, R, Langford D and fellows, R Construction Management, volume I
•Handy C, Understanding Organizations.

Cofferdam

Standard

Cofferdam adalah jenis konstruksi kedap air yang dirancang untuk memfasilitasi proyek konstruksi di daerah yang biasanya terendam, seperti jembatan dan dermaga. cofferdam adalah dipasang di area kerja dan air dipompa keluar untuk mengekspose tempat tidur tubuh air sehingga para pekerja dapat membangun mendukung struktur, membuat perbaikan, atau melakukan jenis lain bekerja di lingkungan kering. Di beberapa daerah di dunia, cofferdam adalah lebih dikenal sebagai sebuah caisson. Bekerja di dalam cofferdam bisa menjadi berbahaya jika terpasang benar atau tidak aman bertekanan, namun kemajuan dalam rekayasa telah menyebabkan peningkatan keselamatan bagi pekerja menggunakan lingkungan kerja yang unik.

Berbagai bahan dapat digunakan untuk membangun cofferdam, yang benar-benar suatu prestasi teknik. Meskipun cofferdam adalah struktur sementara, itu andal harus menahan air kembali dari area kerja dan juga menahan tekanan yang sangat tinggi agar aman, dan pembangunan cofferdams sering digunakan sebagai proyek untuk insinyur belajar kerajinan mereka. Jenis yang paling dasar dari cofferdam menggunakan lembaran logam, yang ditumbuk ke dalam tempat tidur tubuh air untuk membuat dinding kedap air. Selanjutnya, pompa digunakan untuk menarik air keluar dari kandang sehingga akan kering. Beberapa cofferdams dibangun dari kayu atau beton, sementara yang lain menggunakan mekanisme berdinding ganda, dengan filler terbuat dari bahan agregat di antara dua dinding.

Dinding cofferdam bisa memperpanjang sampai ke permukaan air, meninggalkannya terbuka pada bagian atas, atau dapat dibangun sebagai suatu struktur tertutup. Dalam air sangat dalam, cofferdams tertutup dan tekanan digunakan untuk keselamatan pekerja, sedangkan di badan air dangkal, sebuah cofferdam terbuka dapat digunakan. Pekerja mengakses cofferdam tertutup melalui menetas dan tabung, dan perawatan diambil untuk memastikan bahwa pasokan udara konsisten dan tekanan dipertahankan pada tingkat normal.

Shipwrights dan perbaikan meter juga menggunakan bentuk cofferdam portabel, yang dapat dilampirkan ke sisi kapal untuk menetapkan perbaikan di bawah permukaan air. Di laut, ini bisa menjadi cara yang berguna untuk cepat mengatasi masalah potensi sampai kapal dibawa ke dok kering untuk perbaikan jangka panjang lebih banyak. perbaikan kecil dapat dilakukan dengan cofferdam portabel di galangan kapal untuk menghindari biaya pengangkutan kapal ke dok kering untuk pekerjaan yang harus diselesaikan.

Project Control, Schedulle Control & Value Engineering

Standard

Pengendalian Proyek
■ Biaya kontrol
■ Arus Kas Analisa
■ Kontrol Jadwal
■ Manajemen Material

Kontrol Biaya
Tindakan korektif yang dapat dilakukan meliputi:
■ Menambahkan pekerja perdagangan tambahan atau awak
■ Menambahkan atau menghapus peralatan
■ Bekerja lembur
■ Membawa di subkontraktor tambahan

Jadwal Kontrol
■ jalur Kritis – Menurut definisi, kegiatan pada jalur kritis akan menunda seluruh proyek jika mereka tertunda
■ kemajuan fisik dapat dibandingkan dengan kemajuan keuangan untuk menentukan apakah proyek tersebut adalah:
• sesuai jadwal atau terlambat
• melebihi anggaran atau di bawah anggaran

Manajemen Material
Pastikan bahwa materi yang disampaikan secara tepat waktu ke lokasi dalam kuantitas dan kualitas yang diperlukan. Ketika bahan tiba mereka adalah:
■ Dihitung
■ Diperiksa
■ jika perlu, Diuji

Harus menentukan akuntansi urutan tanggal terbaru untuk:
■ toko menggambar
• Persiapan
• penyerahan dan
• persetujuan waktu
■ memimpin waktu yang diperlukan untuk fabrikasi
■ pengiriman
■ Terlalu banyak bahan yang tersimpan di situs tersebut dapat mengakibatkan masalah:
• alokasi ruang
• cuaca kerusakan
• pencurian

Terkait Konstruksi Desain
Sementara struktur seperti:
■ Perancah
■ Formulir
■ Sementara jembatan
■ Shoring
■ Cofferdams
■ Rigging harus dirancang oleh kontraktor

Manajemen Risiko
Risiko yang melekat dalam konstruksi
■ Industri bergerak menuju mengalokasikan risiko kepada pihak yang paling mampu mengendalikan risiko spesifik
■ Mengelola risiko berarti:
• meminimalkan risiko
• mengasuransikan terhadap risiko
• dan risiko berbagi
■ Konstruksi risiko – ketidakmampuan subkontraktor untuk melakukan
■ Risiko Ekonomi – eskalasi biaya
■ Politik / resiko publik – penolakan dari proyek diperlukan izin
■ risiko fisik – kondisi bawah permukaan
■ kontrak dan hukum risiko – risiko yang diberikan oleh kontrak dimana kontraktor tidak memiliki kendali
■ risiko Desain – desain proyek yang tidak pembangun
■ Pekerja terluka atau kille
■ Sebuah kecelakaan kerja yang melukai publi tersebut
■ Sebuah kendaraan konstruksi yang terlibat dalam kecelakaan off proyek

Risiko yang terbaik ditanggung oleh pihak dengan kemampuan untuk mengendalikan risiko terbaik
Cara terbaik untuk mengelola risiko adalah untuk menghindari mereka, tetapi industri konstruksi dicirikan oleh risiko!

Kontraktor
■ mengelola risiko dengan membeli asuransi
■ Memeriksa bahasa kontrak menangani kondisi berubah …
■ Kontraktor program keselamatan kerja
■ subkontrak juga merupakan bentuk kinerja manajemen risiko membutuhkan dan obligasi pembayaran

Value Engineering (VE) ■ Fungsi analisa atau analisis nilai
■ Tujuan utama untuk mengurangi biaya proyek, tanpa mengurangi kualitas struktur
■ VE ada karena kontraktor tahu cara yang lebih baik untuk membangun proyek, dan pemilik bersedia membayar untuk pengetahuan itu!

Langkah-langkah dalam Construction Schedulling

Standard

Perencanaan & Penjadwalan
Perencanaan: Proses memilih metode dan urutan kerja
Penjadwalan: Proses menentukan keterkaitan timing terkait operasi.

Langkah-langkah dalam Construction Schedulling
■ Pemecahan proyek menjadi kegiatan kerja
■ hubungan logika Menentukan / keterkaitan antara kegiatan.
■ Konstruksi Diagram Jaringan.
■ Menetapkan kegiatan jangka waktu untuk bekerja.
■ BPT Perhitungan menghasilkan waktu mulai, waktu selesai dan float perhitungan kegiatan.
■ Penandaan Jalur kritis
■ Konstruksi Bar Charts / Waktu bertahap diagram.

Kegiatan
■ Unsur pekerjaan yang dilakukan selama proyek atau Sebuah jumlah pekerjaan yang dapat diidentifikasi sehingga kita tahu apa yang melibatkan dan dapat mengenali, ketika mulai dan selesai.
■ Suatu aktivitas yang biasanya memiliki durasi yang diharapkan, biaya yang diharapkan, dan kebutuhan sumber daya yang diharapkan

Network Diagram
■ Setiap tampilan skematik hubungan logis dari kegiatan proyek.
■ Selalu ditarik dari kiri ke kanan untuk mencerminkan kronologi proyek.
■ Biasanya kombinasi dari panah dan node.
Terutama dari dua jenis:
1.Arrow Diagram
2.Node Diagram / Diagram Precedence

Arrow Diagram
■ Kegiatan ditunjukkan oleh panah. Hubungan antara kegiatan yang ditunjukkan oleh node / acara.
■ Panjang anak panah tidak mematuhi skala apapun.
■ Mulai-untuk-menyelesaikan hubungan.
■ Dummies.
■ Penomoran dari node / acara.
■ Milestones

Waktu yang Hijabah untuk Berdoa

Standard

Doa adalah kebutuhan kita secara batiniah. Kenapa demikian ? Karena dengan berdoa, batin kita akan merasa “PLONG”. Kita merasa semakin dekat dengan-Nya, dan wujud eksistensi kita sebagai seorang hamba yang selalu pasrah dan berharap kepada Rabbnya.

Ketika kita berdoa di samping mencari suasana yang tenag agar semakin khusyuk ternyata kita juga harus pandai-pandai untuk mencari waktu yang hijabah.

Adapun waktu yang hijabah diantaranya adalah :

1. Ketika hamba sedang bersujud
Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Sedekat-dekatnya hamba kepada Tuhannya yang Maha Perkasa lagi Maha Agung adalah di waktu sujud maka perbanyaklah doa (di waktu sujud)”. (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasai).
2. Setelah sholat fardhu (paling bagus di waktu Ashar)
3. Di waktu malam hari atau sepertiga malam
Dari Abu Hurairah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda :Tuhan kita setiap malam turun ke langit dunia, yaitu ketika malam tinggal sepertiga yang akhir. Lalu Allah berfirman, ” Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Akuakan mengabulkannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barang siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya”. (HR. Malik, Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).
4. Antara Adzan dan Iqomah
5. Di hari Jumat

Demikian tadi beberapa waktu yang hijabah untuk menghaturkan doa kepada Allah, Rab Yang Maha Sempurna dan Kaya dengan segala apa yang ada di langit dan di bumi.

BEGINILAH CARA MALAIKAT MAUT MEMBERI TAHU AJAL KITA

Standard

Sebagian para Nabi berkata kepada malaikat pencabut nyawa, “Tidakkah Kau memberi aba-aba atau peringatan kepada manusia bahwa Kau datang sebagai malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih berhati-hati ?”.

Malaikat itu menjawab, “Demi Allah, aku sudah memberi aba-aba dan tanda-tanda padamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, pengelihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila setelab datang aba-aba tadi ia tidak bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup,maka aku akansrukan kepadanya ketika aku mencabut nyawa : “Bukankah aku telah memberimu aba-aba yang banyak dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang ? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir , setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya. (HR. Imam Qurtubi)

Nabi Ibrabim pernah bertanya kepada malaikat maut yang memiliki dua mata di wajahnya dan dua lagi ditengkuknya. “Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal di waktu yang sama,yang satu beradadi ujung timur dan yang satunya berada di ujung barat, serta di tempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor binatang melata pun akan mati ?”.

Malaikat maut berkata,”Aku akan panggil ruh-ruh tersebut dengan izin Allah, sehinga semuanya berada di antara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku” (HR. Ibnu Nu’aim).